LANDASAN DAN PERAN PERHIMPUNAN AHLUL HALLI WAL ‘AQDI DUNIA
Area ini menyajikan ringkasan landasan Perhimpunan Ahlul Halli Wal ‘Aqdi Dunia. Dimulai dari akar pendiriannya yang berlandaskan tadabbur Al-Qur’an dan bimbingan guru besar, hingga penegasan peran 313 anggota Ulu Baqiyah sebagai representasi keseriusan keumatan. Selain itu, bagian ini menyoroti langkah strategis global Perhimpunan dalam mewujudkan Visi Kekhalifahan melalui Dialog Tingkat Dunia dengan kelembagaan Kafirin dari kalangan Ahli Kitab dan Musyrikin.

Pengantar
Perhimpunan Ahlul Halli Wal ‘Aqdi Dunia (AHWA), yang diabsahkan melalui Piagam Kesepakatan Mudzakarah Ulama Tingkat Dunia (MUTD) pada Rabi’ul Awwal 1438 H/Desember 2016 M di Palembang, adalah institusi ulama global. Berakar dari inisiasi Allah yarham Ustadz Muhammad Bardan Kindarto di YPD AKUIS, AHWA merupakan kulminasi musyawarah regional dengan misi menyatukan ulama, zu’ma, dan cendekiawan muslim dari seluruh dunia dalam ikatan Tansiq (Koordinasi Hakiki). Tujuannya adalah membangun kesatuan (nidham) global guna menjemput janji Allah akan tegaknya Ad-Dinul Islam di seluruh permukaan bumi yang dilalui siang dan malam.

313 Anggota Ulu Baqiyah
Keanggotaan Perhimpunan Ahlul Halli Wal ‘Aqdi Dunia (AHWA) dirumuskan di atas landasan yang kokoh, memadukan nilai kualitatif dengan teladan kuantitatif historis. Struktur keanggotaan ini dirancang untuk menegaskan kesiapan dan keseriusan AHWA dalam mengemban misi keumatan global, memastikan bahwa setiap anggota adalah individu terpilih yang memenuhi standar spiritual dan intelektual tertinggi.

Dialog Tingkat Dunia
Langkah strategis AHWA adalah menyusun Dialog Tingkat Dunia dengan para petinggi kafirin dari kalangan Ahli Kitab dan musyrikin. Peran ini bertujuan menyampaikan risalah kebenaran di forum global seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN) dan Keuskupan Vatikan, sebagai peringatan terhadap upaya pemadaman cahaya Allah (QS Ash-Shaf, 61:8).
Akar Historis dan Kontinuitas Gerakan Dakwah AHWA
Perhimpunan Ahlul Halli Wal ‘Aqdi Dunia (AHWA) bukanlah perhimpunan yang lahir seketika, melainkan merupakan kulminasi dan puncak dari proses dakwah yang terstruktur dan berkesinambungan selama satu dekade lebih. Sejak tahun 2002, serangkaian musyawarah ulama dilaksanakan secara bertahap, mulai dari lingkup regional Sumatera hingga rumpun Melayu, yang bertujuan membangun penyatuan hati (tansiq al-qulub) dan kesamaan visi. Proses bertahap ini memuncak pada tahun 2016 M, di mana seluruh upaya tersebut dikukuhkan melalui Mudzakarah Ulama Tingkat Dunia untuk menetapkan keabsahan AHWA sebagai nidham global yang akan memproses misi Din Al-Islam secara kaffah (total dan global).
01
Kongres Umat Islam Sumatera Selatan (2002)
Menekankan Din Al-Islam melampaui Rukun Islam, mencakup tata kehidupan bermasyarakat.

02
Mudzakarah Ulama Se-Sumatera (2006)
Dibangun sebagai tapakan awal bagi ulama Sumatera mengenai urgensi Islam dalam peradaban manusia.

03
Mudzakarah Ulama Serumpun Melayu (2010)
Berfokus pada penyatuan hati (TANSIQ al-qulub) ulama di wilayah Rumpun Melayu, mengilhami faktor sejarah penyebaran Islam dari Pulau Sumatera.

04
Mudzakarah Ulama Tingkat Dunia (2016)
Penetapan Keabsahan Perhimpunan Ahlul Halli Wal ‘Aqdi Dunia (AHWA), merumuskan langkah selanjutnya bagi kemaslahatan umat, serta mewujudkan ketatalaksanaan (nidham) yang mendunia dalam rangka memproses misi Din Al-Islam secara (kaffah) total dan global.


